Beranda » Bogor News » Kewajiban Menghormati dan Menghargai Guru dalam Islam

Kewajiban Menghormati dan Menghargai Guru dalam Islam

Kewajiban Menghormati dan Menghargai Guru dalam Islam

Islam menganjurkan umatnya agar sentiasa berusaha mencari ilmu pengetahuan di samping berusaha untuk mempertingkatkan kemahiran dan penguasaan diri dalam pelbagai bidang. Selain itu, ilmu pengetahuan juga merupakan kunci kepada kebahagiaan hidup manusia di dunia, kerana sekiranya kita hidup tanpa ilmu, kemungkinan kita pada hari ini masih lagi berada dalam kemunduran dan kemiskinan. Oleh itu, jelaslah kepada kita bahawa ketinggian ilmu pengetahuan merupakan ukuran yang sangat penting dalam membezakan antara kemajuan dan kemunduran bagi sesuatu bangsa dan negara.

Apabila kita berbicara tentang ilmu dan pendidikan bererti sekaligus kita meletakkan para guru dan pendidik sebagai golongan yang amat penting sebagai agen pembangunan dan perubahan minda ummah.

Tugas seorang pendidik bukanlah satu tugas yang mudah dan bukan boleh dilakukan oleh semua orang. Justeru itu, kerjaya sebagai seorang pendidik dianggap sebagai satu tugas yang sangat mulia dan istemewa. Lebih-lebih lagi dalam era yang penuh mencabar ini, menuntut pengorbanan dan komitmen  yang padu dalam mendidik anak bangsa menjadi insan yang cemerlang, berwibawa dan sentiasa mendapat petunjuk serta keredhaan dari Allah.

Kerana itu, kita seharusnya bersyukur di atas pengorbanan dan jasa guru yang telah mendidik serta membimbing kita menjadi manusia yang baik pada hari ini. Baik guru yang terlibat secara langsung mendidik kita di sekolah mahupun diperingkat universiti dan tidak kurang penting juga kepada guru yang mengajar kita mengenal membaca ayat-ayat al-Quran, ilmu fardhu ain dan sebagainya. Tanpa bimbingan dan tunjuk ajar dari mereka kita tidak mempunyai asas yang kuat untuk mengamalkan kefardhuan asas dalam Islam. Kita sedar bahawa ilmu yang ada pada diri kita ini sebenarnya hanyalah sedikit. Ini jelas sebagaimana firman Allah dalam surah al-Kahfi ayat 109;

“Katakanlah wahai Muhammad, kalaulah seluruh lautan menjadi tinta untuk menulis kalimah-kalimah Tuhanku, sudah tentu akan habis kering lautan itu sebelum habis kalimah-kalimah Tuhanku, walaupun kami  tambahi lagi dengan lautan yang sebanding dengannya sebagai bantuan.”

Sikap saling menghormati sesama manusia merupakan suatu kewajipan seorang Muslim kepada saudaranya. Para ulama wajib diperlakukan dengan baik sesuai dengan haknya. Akhlak serta beradab yang baik merupakan kewajiban yang tidak boleh dilupakan bagi seorang murid kepada gurunya.

Memandangkan kedudukan guru itu sangat mulia, maka sawajarnya mereka dihormati dan dikenang jasanya sepanjang hayat. Para sahabat dan salaf al-soleh merupakan suri tauladan umat manusia yang telah memberikan banyak contoh dalam menghormati seorang guru. Rasulullah sallallahualaihi wasallam bersabda;

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti (hak) orang yang berilmu (agar diutamakan pandangannya).” (Riwayat Ahmad)

Ar-Rabi’ bin Sulaiman berkata;

“Demi Allah, aku tidak berani meminum air dalam keadaan al-Syafi’e melihatku kerana segan kepadanya.”

Diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi rahimahullah, Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu mengatakan;  “Tawadhu’lah kalian terhadap orang yang mengajari kalian.”

Manakala Imam al-Syafi’e rahimahullah berkata; “Dulu aku membolak-balikkan kertas di depan gurunya (Imam Malik) dengan sangat lembut kerana segan kepadanya dan supaya dia tidak mendengarnya.”

Sungguh mulia akhlak mereka para suri tauladan kaum muslimin, tidaklah hairan mengapa mereka menjadi ulama besar, ia merupakan hasil dari keberkatan ilmu mereka serta hasil dari akhlak mulia terhadap para gurunya.

Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah (dalam kitabnya Hilyah Tolib al-Ilm) mengatakan (mafhumnya), “Beradab lah dengan yang terbaik pada saat kamu duduk bersama syaikhmu, gunakanlah cara yang terbaik ketika bertanya dan mendengarkannya.”

Manakala Ibnu al-Jamaah mengatakan (mafhumnya), “Seorang penuntut ilmu harus duduk dengan sopan di hadapan gurunya, tenang, tawadhu’, mata tertuju kepada guru, tidak menyelunjurkan kaki, tidak bersandar, tidak tertawa dengan keras, tidak duduk di tempat yang lebih tinggi dari gurunya  juga tidak membelakangi gurunya.”

Para Sahabat Rasulullah sallallahualaihi wasallam, tidak pernah kita dapati mereka beradab buruk kepada Nabi, mereka tidak pernah memotong ucapannya atau mengeraskan suara di hadapannya. Bahkan Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu yang terkenal keras wataknya tidak pernah meninggikan suaranya di depan Rasulullah sallallahualaihi wasallam. Hadits yang dikeluarkan daripada Abi Said al-Khudry radhiallahu ‘anhu juga menjelaskan:

“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah sallallahualaihi wasallam, kemudian beliau duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tidak ada satu pun daripada kami yang berbicara.”

Allah berfirman dalam surah al-Nahl ayat 43;

Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”

Bertanyalah kepada para ulama, begitulah pesan Allah di ayat dengan bertanya maka akan hilang kebodohan, hilang  keraguan, serta mendapat keilmuan.Tidak diragukan bahawa bertanya juga mempunyai adab di dalam Islam. Para ulama telah menjelaskan tentang adab bertanya ini. Mereka mengajarkan bahawa pertanyaan harus disampaikan dengan tenang, penuh kelembutan, jelas, singkat dan padat, juga  tidak menanyakan pertanyaan yang sudah diketahui jawabannya.

Bagaimana perasaan seorang guru jika melihat murid sekaligus lawan bicaranya dan tidak mahu mendengar saranannya? Sungguh rugilah para murid yang membuat hati gurunya kecewa kerana tidak mengendahkan percakapannya.

Benar, para guru bukanlah malaikat, mereka tetap berbuat kesalahan. Tetapi janganlah kita mencari-cari kesalahannya dan mengunjingnya di khalayak. Sungguh mulia akhlak para Salaf terdahulu dalam doanya;

“Ya Allah tutupilah aib guruku dariku, dan janganlah kau hilangkan keberkahan ilmuya dari ku.”

Namun, hal ini bukanlah bererti ia menjadi penghalang untuk menegur guru di atas kesalahannya yang jelas, iaitu dengan meneliti adab dalam menegur mulai dari cara yang sopan, lembut saat menegur dan tidak menegurnya di depan orang ramai. Bersabarlah dalam mendampingi  mereka dan jangan berpaling darinya untuk mengambil keberkatan ilmunya. Allah berfirman dalam al-Quran surah al-Kahfi ayat 28;

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (kerana) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Menjadi Pelajar yang Berprestasi dan Berdedikasi Tinggi

    Menjadi Pelajar yang Berprestasi dan Berdedikasi Tinggi

    • Rabu, 21 September 2022

    Secara umum, arti dedikasi adalah suatu tindakan pengorbanan dalam bentuk tenaga, pikiran, dan waktu, demi untuk mewujudkan keberhasilan suatu usaha dengan tujuan mulia. Tips berprestasi di sekolah. Menjadi siswa siswi yang berprestasi adalah sebuah mimpi dan tujuan bagi semua orang. Namun, dalam prakteknya, hal ini tidak mudah diwujudkan begitu saja. Tolak ukur siswa berprestasi biasanya dilihat dari […]

    Selengkapnya »
  • Cerita Alumni Manajemen Perkantoran yang Berkarier di Dunia Perkantoran

    Cerita Alumni Manajemen Perkantoran yang Berkarier di Dunia Perkantoran

    • Selasa, 2 Desember 2025

    Alumni membagikan perjalanan mereka di dunia perkantoran modern dengan penuh semangat. Melalui pengalaman belajar yang terarah, mereka memasuki lingkungan kerja dengan kemampuan administrasi yang kuat. Dengan modal tersebut, mereka menangani berbagai tugas kantor tanpa rasa ragu. Profesional muda memanfaatkan skill manajemen perkantoran untuk menyelesaikan tugas administrasi dengan cepat. Melalui penguasaan aplikasi kerja, mereka mengelola dokumen […]

    Selengkapnya »
  • Pentingnya Kerja Sama Tim dalam Administrasi

    Pentingnya Kerja Sama Tim dalam Administrasi

    • Senin, 20 Oktober 2025

    Dunia administrasi menuntut koordinasi yang solid antara setiap anggota tim agar pekerjaan berjalan efisien. Oleh karena itu, setiap staf administrasi harus membangun kerja sama yang kuat untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan menerapkan kerja sama tim dalam administrasi, kinerja kantor dapat meningkat dan komunikasi antarpegawai menjadi lebih efektif. Selain itu, kolaborasi yang baik membantu setiap anggota […]

    Selengkapnya »
  • Prospek Karier di Dunia Otomotif

    Prospek Karier di Dunia Otomotif

    • Sabtu, 6 Desember 2025

    Generasi muda melihat dunia otomotif sebagai industri yang terus berkembang dengan peluang karier yang sangat luas. Melalui minat pada teknologi kendaraan, mereka membangun kemampuan teknis yang dibutuhkan banyak perusahaan. Dengan keahlian ini, mereka memasuki industri dengan percaya diri. Mekanik pemula mengejar karier otomotif profesional melalui pemahaman mendalam tentang perawatan kendaraan. Melalui latihan berkala, mereka mengasah […]

    Selengkapnya »
  • Peran DKV dalam Kampanye Sosial

    Peran DKV dalam Kampanye Sosial

    • Sabtu, 1 November 2025

    Dalam dunia kreatif, desain komunikasi visual (DKV) berperan besar dalam menyampaikan pesan sosial secara efektif. Oleh karena itu, desainer harus memahami cara mengolah visual agar mampu membangkitkan empati dan kesadaran publik. Dengan pendekatan visual yang tepat, pesan kampanye dapat tersampaikan lebih kuat dan menggerakkan tindakan nyata. Langkah awal dalam menciptakan kampanye sosial adalah menentukan isu […]

    Selengkapnya »
  • Perbedaan Karburator dan Injeksi

    Perbedaan Karburator dan Injeksi

    • Kamis, 16 Oktober 2025

    Para ahli otomotif terus mengembangkan teknologi motor untuk meningkatkan efisiensi dan performa mesin. Karena industri otomotif semakin maju, banyak pengendara membandingkan sistem bahan bakar karburator dan injeksi. Dengan memahami perbedaan keduanya, pengendara dapat memilih sistem bahan bakar yang paling sesuai dengan kebutuhan motor. Cara Kerja Sistem Karburator Sistem karburator bekerja dengan mencampur udara dan bahan […]

    Selengkapnya »